Manusia adalah satu dunia dan dunia adalah satu alam,manusia dan dunia memiliki persamaan dalam hakikat. Hakikat persamaan manusia dan dunia adalah sama-sama memiliki aksi dan reaksi, gejolak,perubahan, dan keterikatan unsur dari keduanya.
(Dunia memiliki angin dan manusia memiliki nafas).
Dunia memiliki angkasa yang luas, manusia pun juga memiliki alam pikiran dan daya khayal yang luas pula dan masih banyak lagi persamaan manusia dan dunia. Manusia dan dunia saling membutuhkan, dunia didiami manusia maka manusia menjaga dunia, Padakeduanya hendaknya terbina hubungan harmonis. Rasa cinta dan kasih sayang yang dimiliki manusia hendaknya disisihkan sedikit untuk tempat cinta dan kasih sayang terhadap dunia. Tanamlah setangkai bunga, dunia akan menerima sampai tumbuh hingga engkau memiliki sebuah kembang.Bajaklah sawah dan ladangmu, tanamilah dengan kebutuhanmu dengan begitu kau dapat menikmati hidupmu. Dunia akan selalu menerima seperti apapun kau memperlakukannya dan tunggulah reaksi dari perlakuanmu padanya, ia akan memberi sebagaimana engkau memberinya dan setiap yang kau berikan sesungguhnya untuk dirimu sendiri.
Masa keberadan manusia di dunia hanya dalam beberapa waktu saja, ibarat kendaraannya singgah mengisi bahan bakar setelah itu kembali melanjutkan perjalanan. Kasih sayang manusia dan dunia itu terjalin sampai akhirnya manusia kembali dalam rengkuhan dunia.
Apakah keberadaan manusia untuk dunia ataukah keberadaan dunia untuk manusia ??
(Dunia memiliki angin dan manusia memiliki nafas).
Dunia memiliki angkasa yang luas, manusia pun juga memiliki alam pikiran dan daya khayal yang luas pula dan masih banyak lagi persamaan manusia dan dunia. Manusia dan dunia saling membutuhkan, dunia didiami manusia maka manusia menjaga dunia, Padakeduanya hendaknya terbina hubungan harmonis. Rasa cinta dan kasih sayang yang dimiliki manusia hendaknya disisihkan sedikit untuk tempat cinta dan kasih sayang terhadap dunia. Tanamlah setangkai bunga, dunia akan menerima sampai tumbuh hingga engkau memiliki sebuah kembang.Bajaklah sawah dan ladangmu, tanamilah dengan kebutuhanmu dengan begitu kau dapat menikmati hidupmu. Dunia akan selalu menerima seperti apapun kau memperlakukannya dan tunggulah reaksi dari perlakuanmu padanya, ia akan memberi sebagaimana engkau memberinya dan setiap yang kau berikan sesungguhnya untuk dirimu sendiri.
Masa keberadan manusia di dunia hanya dalam beberapa waktu saja, ibarat kendaraannya singgah mengisi bahan bakar setelah itu kembali melanjutkan perjalanan. Kasih sayang manusia dan dunia itu terjalin sampai akhirnya manusia kembali dalam rengkuhan dunia.
Apakah keberadaan manusia untuk dunia ataukah keberadaan dunia untuk manusia ??